Saturday, January 28, 2012

Dodol

Kedodolan memang manusiawi, tapi bukan berarti bisa terus dipelihara. Karena kurangnya “kesadaran diri” dalam melakukan sesuatu, kita sering kali lepas kontrol. Begitu juga saya, beberapa kali melakukan kedodolan. Saya ini memang dodol pada saat-saat tertentu saja. Saat belum ditelepon Abang, belum cukup makan dan tidur, mengantuk, sakit, terlalu sedih dan terlalu senang. Begini ini contohnya:

1. Kehilangan dompet di gang menuju kos.
Setelah mengeluarkan uang untuk membeli makan malam, saya tidak sengaja dan tidak sadar menjatuhkan dompet saya. Saya baru sadar dompet saya tidak ada keesokan harinya sebelum berangkat ke kantor. Dalam kebingungan, saya membayangkan ribetnya ngurus SIM dan STNK karena hilang bersama dompet. Doa saya cuma satu, semoga ditemukan oleh seseorang dan mengembalikannya pada saya. Selang dua hari, seseorang tak dikenal menelepon di ponsel saya dan mengaku menemukan dompet saya yang masih lengkap isinya. Dan ternyata orang yang menemukan itu bekerja di kompleks yang sama saya bekerja. Untunglah dompet saya ditemukan oleh orang baik dan saya mendapati dompet saya kembali.

2. Tidak membawa dompet
Kalau lupa membawa dompet sementara ada teman yang menemani mungkin saya tidak akan bingung. Tapi ini, saya sendirian ke mal. Malu karena tidak jadi beli di kasir bisa saya atasi, tapi kalau keluar parkir tanpa STNK dan uang parkir, saya mau alasan apa. Apalagi parkir di mal Jakarta dilengkapi sistem itu itu yang lebih ribet dari parkir di pinggir jalan.Maka dengan deg-deg an, saya beranikan diri keluar parkir dan siap dengan apapun resiko, kalau harus ninggal motor, jam tangan, ponsel atau apapun sebagai jaminan. Untungnya, mbak-mbak yang jaga di counter keluar baik, saya diperbolehkan keluar parkir tanpa bayar dan diperiksa apa-apa.

3. Tidak mengambil kartu ATM dari mesin ATM setelah melakukan penarikan tunai
Lagi-lagi saya sadar setelah keesokan harinya memeriksa dompet, saya tidak menemukan kartu ATM saya. Doa saya cuma satu, mudah-mudahan ketelan mesin dan saya tidak mengurus surat kehilangan dari kepolisian. Lalu saya tanya pada bapak-bapak yang biasa mengepel ruangan mesin ATM. Katanya dia menjumpai kartu ATM yang tertinggal di mesin. Namun, karena tak kunjung diambil, kartu tersebut masuk kembali ke mesin ATM. Maka saya segera mengurus penggantian kartu di bank. Dan untungnya, kartu saya masih sehat walafiat dan belum dihancurkan. Akhirnya saya mendapatkan kartu ATM saya tanpa menunggu penggantian.

Saya sadar, kedodolan ini memang tidak baik. Masih untung akibat dari kedodolan ini hanya saya sendiri. Bagaimana coba kalau sampai mencelakakan atau merugian orang lain. Amit-amit deh!


Friday, January 20, 2012

sate klathak

Jika berada di Jogja, makanan satu ini wajib dicoba. Sate klathak, sate kambing muda yang menggunakan tusuk dari jeruji sepeda. Berbeda dengan sate biasa, sate klatak dibumbui kuah dengan parutan kelapa lalu dibakar. Setelah dibakar, parutan kecil kelapa melekat di dagingnya. Bisa dibayangkan betapa gurihnya sate klathak dengan daging kambing muda yang empuk. Sate klatak dihidangkan bersama kuah gulai bukan lagi sambel kacang atau kecap. Klathak diambil dari bunyi yang dihasilkan saat sate dibakar, klathak-klathak. Sementara secangkir teh manis hangat menemani nikmatnya makan sate klathak. Warung-warung yang menyediakan sate klathak dapat dijumpai di Jejeran, Imogiri. Ada di dalam pasar ataupun yang kali ini saya cicipi di Jl. Imogiri Timur Km. 10.


Jogja, akhir 2011

Wednesday, January 18, 2012

cah bagus

I have met this boy in my friend's wedding. I ask him to get portrait for me and he just smile then click. I called him cah bagus. He smile to me when I faced him. Lovely.

Saturday, January 14, 2012

friday the 13th

Tak ada yang lebih bahagia saat:
melihatmu melahap roti isi telur mata sapi,
dan mendengarmu menyeruput secangkir teh poci.

Tak ada yang lebih indah saat kita:
membicarakan ini itu
lalu bersahutan menulis


pada jumat pagi hari ketiga belas tahun ini.

Published with Blogger-droid v1.7.4

Friday, January 6, 2012

asu dan landak laut yang tak lagi bertengkar

Sejarahnya, nama pantai ini diambil dari asu dan landak laut yang berkelahi di gua karang sekitar pantai. Kini perkelahian itu menjadi berkah, ada sumur air tawar yang menjadi sumber air di dalam gua, dan pantainya yang indah bisa dinikmati orang-orang yang datang. Pantai Sundak terletak di Desa Sidoharjo, Tepus, Gunungkidul, Jogjakarta. Pantai ini merupakan salah satu dari deretan pantai lain di Gunung Kidul, seperti Pantai Baron, Pantai Kukup, Pantai Sepanjang. Kira-kira 70 km dari kota Jogja atau sekitar 3 jam menggunakan mobil. Kalau naik angkutan umum atau sepeda motor lain lagi, kurang lebih lah. Ada bis kecil jurusan Jogja - Wonogiri yang bisa dimanfaatkan para petualang, lalu lanjut sewa mobil atau naik ojek (kalau ada).

Bersama kakak sepupu, saya berkendara sepeda motor dari Bantul selama 2,5 jam menuju Pantai Sundak. Karena sudah pernah mengalami membaca peta, naik-turun jalan berkelok, saya tenang saja dibonceng meski belum tahu jalan. Sepanjang perjalanan Bantul-Wonosari-Gunung Kidul, mata ini dimanjakan pemandangan hijau dan warung-warung kuliner yang menjamur. Akhirnya kesabaran dan perjuangan membuahkan kenikmatan Pantai Sundak yang indah.



Jogjakarta, akhir tahun 2011

Thursday, January 5, 2012

senja

Senja itu kamu yang tabah menampung hujan rinduku,
Senja itu kamu yang sabar mendengar keluh kesahku,
Senja itu kamu yang tersenyum dari jauh memastikan aku baik-baik saja,
Senja itu kamu yang meneduhkanku dari hiruk pikuk kota,
Selamat ulang tahun senja! Semoga tetap bersahaja namun mempesona!

Published with Blogger-droid v1.7.4

Tuesday, January 3, 2012

perjalanan

Menghindari keramaian ibukota saat tahun baru, saya menyepi ke rumah budhe di Bantul Jogjakarta. Diiringi hujan yang turun sejak sore, saya berangkat ke Stasiun Pasar Senen. Motor yang saya bawa saya dititipkan di rumah teman yang dekat stasiun supaya saat balik nanti saya tak perlu repot naik angkot atau ojek. Kereta Senja Utama Solo membawa saya dari Jakarta menuju Jogja. Dan rasa deg-degan mereka-reka orang yang duduk di samping saya adalah keasyikkan tersendiri. Menaiki kereta lintas selatan tujuan Jogja adalah hal pertama kali bagi saya. Maka saat mendengar logat-logat ngapak beberapa penumpang, saya tersenyum-senyum sendiri. Mungkin inilah yang membuat saya selalu rindu Jogja.

Pantai Sundak - Gunung Kidul, Jogjakarta

Perjalanan singkat ini cuma sepenggal kehidupan saya. Seperti halnya perjalanan kali ini yang penuh antusiasme, perenungan, spontanitas dan pasrah,  hidup harusnya juga demikian. Dalam rutinitas yang merupakan bentuk kesetiaan dan tanggung jawab, kita harus menjalaninya dengan antusiame yang menyala dan terbuka akan hal-hal baru yang mengejutkan.

Friday, December 23, 2011

cerita dalam kereta

Dalam perjalanan selalu ada cerita. Apalagi melakukan perjalanan Jakarta-Surabaya dan sebaliknya dengan menggunakan kereta. 10 jam perjalanan yang meski lebih banyak diisi dengan tidur, selalu menghadirkan hal-hal yang tiba-tiba terpikirkan. Seperti kepulangan kali ini bersama sahabat saya. Ada pekerjaan, pernikahan, passion, liburan. Seperti dibangunkan dari tidur, ternyata ada hal-hal yang takterpikirkan sebelumnya namun perlu juga dimaknai.

Atau saat bersama sahabat saya yang lain, mulai dari artis sampai masa depan menjadi percakapan perjalanan kami. Kalau bersama Abang, bukan cuma ada cerita, tapi juga ada pundak yang takpernah lelah untuk meletakkan kepala ini. Pernah juga pada kepulangan yang lalu, penumpang di samping saya adalah seorang perencana keuangan. Maka semalaman saya mendapat kursus perencanaan keuangan gratis. Sesuatu yang ternyata juga perlu direncanakan jauh-jauh hari.

Itulah yang saya suka dari kereta selain penjual nasi, minuman dan oleh-oleh yang berteriak menawarkan dagangannya dari gang gerbong kereta.Perjalanan memang melelahkan tapi selalu ada cerita yang mengejutkan dan merefreshkan.


Gumarang, Desember 2011


Published with Blogger-droid v1.7.4

wishlist

Tamron 28-75mm f2.8; dosen; nonton world cup 2014 di Brazil bersama Abang; jalan-jalan dgn Abang di Bandung; main air di Bali, Lombok, Raja Ampat; sepeda ontel yang keren; menghirup udara pantai Rio de Janeiro bersama Abang;

About Me

My Photo
Jakarta, Indonesia
25 y.o / process engineer / interested in process technology and nanotechnology / androiders / nikonian / converse lover / book addict / loves tea / likes shoots.

  © Free Blogger Templates 'Photoblog II' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP