Sunday, June 16, 2019

Musim Hujan di Jepang

Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni
Dihapuskannya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif dari hujan bulan Juni
Dibiarkannya yang tak terucap
diserap akar pohon bunga itu

- Hujan Bulan Juni, Sapardi D. D.


Awal Juni hingga akhir Juli, Jepang memasuki musim hujan atau yang dikenal dengan tsuyu. Tsuyu (baiyu) artinya plum rain karena bersamaan dengan panen buah plum. Musim hujan ini menandai dimulainya musim panas sampai akhir Agustus nanti. Tidak setiap hari turun hujan, tapi hampir setiap hari hujan turun meski hanya sebentar atau lain hari hanya sekedar mendung. Sedangkan bila waktunya hujan, akan sepanjang hari pagi hingga pagi lagi hujan akan terus turun, dengan volume kecil hingga sedang. Curah hujan rata-rata tiap tahun saat musim hujan di Jepang mencapai 167.7 mm. Temperature udara berkisar 17 - 22 derajat Celsius. Sementara saat hari sedang cerah, temperature udara bisa mencapai 28 derajat Celsius.

Meski hujan tidak sederas di Indonesia, hujan saat berangkat ke kantor adalah hal yang sangat menantang. Seperti kita tahu, orang kantoran Jepang adalah orang-orang dengan pakaian rapi, dan saya terpaksa menjadi (sedikit) lebih rapi. Tapi hujan bisa melunturkan kerapian saya, meski sudah menggunakan payung. Selain basahnya air hujan, tingginya kelembaban menjadi musuh utama saat hujan turun. Nah bagian paling menantang adalah berjalan kaki 1-2 km dari stasiun ke kantor saat hujan. Tak heran beberapa toko saat musim hujan banyak menjual payung, jas hujan, plastik penutup tas, sepatu anti air, yang kerennya di Jepang adalah barang-barang itu tetap terlihat stylish/modis dan kawaii/cute.

Di Jepang, hujan tak ada romantisme-nya sama sekali seperti puisi Sapardi. Hujan justru membawa suasana kurang menyenangkan: gloomy dan basah. Tapi, di Jepang, life must go on. Hujan ternyata juga membawa berkah tersendiri. Menjelang malam, diskon-diskon makanan jadi maupun mentah datang lebih awal dan lebih banyak. Hal demikian yang ditunggu oleh anak rantau macam saya. Kita harus tetap memang tabah, bijak dan arif dalam keadaan apapun seperti hujan-bulan-Juni-nya Sapardi.

0 comments:

About This Blog

There are what I do, see, feel, think, and dream. Enjoy it!

wishlist

Kerja di Jepang, Belanda/Paris/Italy; sepeda ontel yang keren; punya buku sendiri.
free counters

About Me

My photo
Jakarta, Indonesia
@nikenkd / process engineer / interested in process technology and nanotechnology / book addict / loves tea / likes shoots

  © Free Blogger Templates 'Photoblog II' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP